Ust Ihsan Z : "Bahagia dengan Menerima ..."

Ust Ihsan Z : "Bahagia dengan Menerima ..."

* Ihsan Zainuddin, Lc., M.Si


Orang yang bahagia bukanlah orang yang memiliki kehidupan sempurna.

Ia adalah seseorang yang belajar menerima bahwa dalam hidup selalu ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Ada kekurangan dalam diri orang yang kita cintai. Ada keadaan yang tidak bisa kita ubah. Ada rencana yang tidak berjalan sebagaimana yang kita harapkan.


Namun, tidak semuanya harus dipersoalkan.

Terkadang kebahagiaan justru tumbuh ketika kita belajar memejamkan mata terhadap sebagian kekurangan, bukan karena kita tidak melihatnya, tetapi karena kita memilih untuk tidak membiarkannya menguasai hati.

Kita terlalu sering menghitung apa yang kurang, hingga lupa mensyukuri begitu banyak hal yang telah Allah berikan.


***


Dalam hubungan, kita menuntut pasangan atau keluarga untuk selalu sempurna. Dalam persahabatan, kita mudah kecewa karena satu kesalahan. Dalam kehidupan, kita membandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang dimiliki orang lain.


Padahal, jika kita terus mencari kekurangan, kita tidak akan pernah selesai.


Menerima bukan berarti membenarkan kesalahan atau membiarkan kezaliman. Ada perkara yang memang harus diperbaiki dan ada batas yang harus dijaga.


Tetapi untuk kekurangan-kekurangan kecil yang manusiawi, belajarlah untuk memaklumi, memaafkan, dan tidak membesar-besarkannya.


Sebab hidup akan terasa jauh lebih ringan ketika kita berhenti menuntut kesempurnaan dari dunia.


Tidak ada kehidupan yang sempurna.


Yang ada adalah hati yang belajar bersyukur, menerima, dan memilih untuk melihat lebih banyak kebaikan daripada kekurangan.


*Muhammad Ihsan Zainuddin*

Sebelumnya :