Di tengah keterbatasan fisik, ia tetap tunjukkan bahwa harapan, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala adalah kekuatan terbesar menghadapi ujian hidup
BOGOR UMMATTV.COM — Di tengah ujian kesehatan yang dijalani, semangat berbagi inspirasi dan menjaga silaturahmi tetap ditunjukkan oleh , Founder Wirausaha Pelajar Indonesia (WPI) Ka Bekky.
Tepat pada 27 Mei 2026, genap satu tahun dirinya menjalani proses hemodialisis atau cuci darah yang rutin dilakukan dua kali setiap pekan. Meski harus menghabiskan waktu sekitar lima jam setiap kali menjalani terapi, Ka Bekky tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan sabar, tawakal, dan penuh semangat.
Di sela proses cuci darah yang dijalaninya, Ka Bekky membagikan refleksi perjalanan hidupnya selama setahun terakhir. ia mengungkapkan bahwa keputusan menjalani hemodialisis pada awalnya bukan perkara mudah. Namun, ia meyakini setiap ujian yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala selalu mengandung hikmah dan kasih sayang bagi hamba-Nya.
“Hari ini genap satu tahun, 27 Mei 2025 sampai 27 Mei 2026, menjalani proses hemodialisis atau cuci darah. Pilihan yang awalnya tidak mudah, tetapi harus dijalani dengan sabar dan ridho,” ungkapnya.
Menurutnya, ujian kehidupan bukanlah hukuman, melainkan jalan untuk meningkatkan kualitas diri dan keimanan seseorang di hadapan Allah SWT.
“Setiap ujian pasti ada hikmahnya. Ujian bukan hukuman, ujian adalah kasih sayang-Nya bagi hamba-Nya. Seperti anak sekolah, ketika mau naik kelas harus melewati ujian. Jika bisa melewatinya dengan baik, maka akan naik kelas,” tuturnya.
Dalam refleksinya, Ka Bekky juga menyampaikan permohonan maaf kepada tubuhnya, khususnya ginjal yang selama ini mungkin kurang dijaga dengan baik. Ia bertekad untuk lebih memperhatikan kesehatan dan menjaga amanah tubuh yang diberikan Allah SWT.
“Wahai ginjalku, maafkan aku karena mungkin selama ini tanpa sadar telah zalim kepada kalian. Aku berjanji akan lebih baik lagi menjaga kalian,” katanya lirih.
Meski secara medis harus menjalani terapi rutin, Ka Bekky tetap menyimpan keyakinan besar terhadap kuasa Allah SWT. Ia percaya tidak ada yang mustahil apabila Allah telah berkehendak.
“Aku yakin atas izin Allah kalian akan kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan Kun Fayakun-Nya, sesuatu yang mustahil di mata manusia bisa terwujud. Jika kata manusia tidak mungkin, tetapi jika Engkau berkehendak sembuh, maka sembuhlah,” ucapnya penuh harap.
Semangat dan ketegaran Ka Bekky menjadi inspirasi tersendiri bagi banyak orang, khususnya generasi muda dan para pelaku usaha pelajar yang selama ini mengenalnya aktif membangun jejaring silaturahmi dan pemberdayaan.
Di tengah keterbatasan fisik, ia tetap menunjukkan bahwa harapan, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Alhamdulillah ‘alaa kulli haal,” pungkasnya.
Kontributor : Anwar Aras