Kiai Zaitun Rasmin Ingatkan Ormas Islam: Jangan Habiskan Energi untuk Perselisihan Internal

Kiai Zaitun Rasmin Ingatkan Ormas Islam: Jangan Habiskan Energi untuk Perselisihan Internal

Kiai Zaitun Rasmin Ingatkan Ormas Islam: Jangan Habiskan Energi untuk Perselisihan Internal


JAKARTA UMMATTV.COM— Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., mengingatkan bahwa perselisihan dan konflik berkepanjangan di antara sesama umat Islam dapat melemahkan kekuatan umat serta menghambat kontribusinya dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Silaturahmi Ormas Islam yang diselenggarakan MUI Provinsi DKI Jakarta, Kamis (5/11/2026), dengan tema *“Menjalin Silaturrahmi, Menautkan Hati”*.

Dalam pemaparannya, Kiai Zaitun menekankan bahwa ukhuwah Islamiyah merupakan kebutuhan mendasar yang tidak hanya berkaitan dengan hubungan sosial dan keagamaan, tetapi juga berpengaruh terhadap kekuatan umat dalam berbagai bidang kehidupan.

“Kalau energi umat terus-menerus habis untuk perselisihan dan pertengkaran internal, kapan kita akan menghadapi tantangan besar yang ada di depan kita? Padahal persoalan pendidikan, ekonomi, kemiskinan, dan berbagai masalah umat membutuhkan perhatian serta kerja sama kita semua,” ujarnya.

Kiai Zaitun mengingatkan firman Allah dalam QS. Al-Anfal ayat 46 yang melarang umat Islam berselisih karena dapat menyebabkan kelemahan dan hilangnya kekuatan.

Menurutnya, perpecahan bukan semata-mata persoalan hubungan antarkelompok, tetapi dapat berdampak pada menurunnya pengaruh dan kemampuan umat dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, maupun kepemimpinan.

Karena itu, ia mengajak ormas Islam untuk terus memperkuat komunikasi, mengurangi prasangka, menghormati perbedaan ijtihad, dan mengembangkan kerja sama dalam berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.

“Kita boleh memiliki organisasi yang berbeda, metode yang berbeda, bahkan pandangan ijtihad yang berbeda. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita lupa bahwa kita adalah saudara seiman yang memiliki tanggung jawab besar terhadap umat,” katanya.

Lebih jauh, Kiai Zaitun menekankan bahwa persaudaraan sejati tidak cukup diwujudkan dengan sikap saling membiarkan atau sekadar tidak mengganggu.

Ukhuwah, menurutnya, menuntut kepedulian dan kesediaan untuk mendukung kemajuan pihak lain.

“Kalau kita senang melihat organisasi kita maju, semestinya kita juga senang ketika organisasi Islam yang lain maju. Kalau kita ingin kader kita berkembang, kita juga harus mendukung lahirnya kader-kader terbaik dari lembaga umat yang lain,” ungkapnya.

Ia mengingatkan hadis Rasulullah ﷺ bahwa hubungan sesama mukmin ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan.

Dalam pandangannya, keberagaman organisasi Islam seharusnya menjadi kekuatan karena masing-masing memiliki keunggulan dan medan pengabdian yang dapat saling melengkapi.

Tidak mungkin seluruh tugas dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan sosial dibebankan kepada satu organisasi saja.

“Tidak ada satu organisasi yang mampu mengerjakan seluruh tugas pembangunan umat sendirian. Justru karena kita memiliki keunggulan yang berbeda-beda, kita perlu saling mendukung dan memperkuat,” jelasnya.

Melalui forum Silaturahmi Ormas Islam tersebut, Kiai Zaitun berharap semangat ukhuwah dapat semakin kokoh dan berkembang menjadi kolaborasi yang produktif.

Ia menegaskan bahwa persatuan bukan berarti menyeragamkan seluruh pandangan dan organisasi, melainkan membangun kesadaran untuk bekerja sama dalam kebaikan di tengah perbedaan yang ada.

“Perbedaan tidak harus menghalangi persatuan. Selama kita memiliki tujuan kebaikan yang sama, selalu ada ruang yang luas untuk bekerja sama,” pungkasnya.

Sebelumnya :