Belajar Kelola Keuangan hingga Komunikasi, 11 Peserta Lulus Sekolah Pra Nikah Bumi Ta'aruf

Belajar Kelola Keuangan hingga Komunikasi, 11 Peserta Lulus Sekolah Pra Nikah Bumi Ta'aruf

Melalui pendidikan pranikah yang terarah, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan untuk menikah

BOGOR  UMMATTV.COM  Sekolah Pra Nikah Bumi Ta’aruf Al I’tisham Budi Agung meluluskan 11 peserta pada angkatan pertamanya setelah mengikuti 12 pertemuan sejak awal Agustus 2026. 

Program ini membekali generasi muda dengan pemahaman tentang makna pernikahan, pengelolaan keuangan keluarga, komunikasi pasangan, dan keharmonisan rumah tangga.

Menurut Buya Hendri Tanjung, Ph.D selalu pengasuh sekaligus pemateri Sekolah pranikah Bumi Ta'aruf Al I'tisham Perumahan Budi Agung Bogor ini, dilatarbelakangi dengan maraknya perceraian yang terjadi di kota Bogor, secara khusus dan Jawa Barat secara umum. 

"Bagaimana kita bisa mengambil bagian walaupun skala sekecil, dalam pencegahan perceraian dengan memberikan edukasi pada generasi muda sebelum.memasuki jenjang pernikahan", ujar yang juga Direktur sekolah Pascasarjana UIKA Bogor. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.EI., menyampaikan hal itu saat menghadiri pelepasan peserta di Bogor, Sabtu (24/10/2026). Ia menilai pendidikan pranikah penting sebagai sarana komunikasi, informasi, edukasi, dan advokasi bagi generasi muda.

“Program pranikah ini merupakan sarana komunikasi, informasi, edukasi, dan advokasi agar anak-anak muda kita memahami apa makna menikah, mengapa harus menikah, serta apa yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah menikah,” ujarnya.

Menurut Afan, program tersebut sejalan dengan bimbingan perkawinan dan bimbingan bagi remaja usia sekolah yang dijalankan Kemenag. Ia mendorong pengelola Bumi Ta’aruf berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kemenag agar program itu dapat dikembangkan serta menjangkau lebih banyak masyarakat.

Salah seorang peserta, Andi Sukmahadi, mengatakan program tersebut memberinya wawasan tentang berbagai aspek kehidupan keluarga.

“Saya mendapatkan banyak ilmu, khususnya tentang pernikahan, mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, bagaimana berkomunikasi dengan baik antarpasangan, hingga menjaga keharmonisan rumah tangga,” ungkap Andi.

Ia menilai materi yang disampaikan para asatiz secara terperinci dan bijaksana mudah dipahami. Suasana pembelajaran yang khidmat juga membuat peserta nyaman mengikuti proses belajar.

Afan berharap pendidikan pranikah terus disosialisasikan agar generasi muda memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga harmonis dan bertanggung jawab.

Sebelumnya :