Semangat untuk terus memperbaiki diri dan belajar dari keberhasilan orang lain merupakan bagian dari ikhtiar menuju hasil yang lebih baik,” pesan beliau.
Oleh : Syekh. Prof Dr.Talib Bin Umar bin Haidarah al Katsiri (Guru Besar Fiqh dan Isu Isu Kontemporer Universitas Seiyun Yaman Rektor Universitas Ahlul hadits Yaman)
Syekh. Prof Dr.Talib Bin Umar bin Haidarah al Katsiri berkunjungan ke kantor Wahdah Islamiyah Jakarta Gedung Nyi Ageng Serang. menjelaskan bahwa menghafal Al-Qur’an dan menikah bukanlah dua hal yang saling bertentangan.
Justru, keduanya dapat berjalan beriringan dalam rangka menjalankan tuntunan syariat dan menjaga kehormatan diri.
Beliau mengingatkan bahwa salah satu wasiat penting Rasulullah ﷺ kepada para pemuda adalah menjaga kehormatan. Dalam berbagai hadis, Nabi ﷺ memberikan beberapa jalan untuk mewujudkannya. Yang paling utama adalah menikah bagi yang mampu.
Selain itu, berpuasa juga menjadi sarana untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga pandangan, pikiran, dan anggota tubuh dari hal-hal yang tidak diridhai Allah.
Syekh tersebut juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa hormat terhadap kehormatan perempuan, baik ibu, saudari, maupun kerabat lainnya. Sikap ini merupakan bagian dari penjagaan diri yang akan mengantarkan seorang Muslim kepada kemuliaan akhlak dan kekuatan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pada kesempatan yang sama, beliau mengingatkan pentingnya budaya evaluasi dalam dakwah dan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sebuah ceramah, pelatihan, atau program pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan peserta dan masyarakat.
Karena itu, lembaga pendidikan dan dakwah perlu terus belajar dari pengalaman pihak lain yang telah berhasil. Jika ada lembaga yang mampu mencetak hafiz Al-Qur’an dalam waktu lebih singkat atau mengajarkan bahasa Arab dengan metode yang lebih efektif, maka hal tersebut patut dipelajari dan dijadikan inspirasi untuk meningkatkan kualitas program yang ada.
“Semangat untuk terus memperbaiki diri dan belajar dari keberhasilan orang lain merupakan bagian dari ikhtiar menuju hasil yang lebih baik,” pesan beliau.
Dari penjelasan tersebut, dapat diambil pelajaran bahwa menjaga kehormatan diri dan terus melakukan perbaikan dalam amal serta pendidikan merupakan dua prinsip penting yang akan melahirkan generasi Muslim yang kuat, berakhlak, dan produktif.