Di antara perkara yang mesti selalu diusahakan oleh orang yang beriman adalah mewasiatkan anak keturunan mereka agar tetap berada di jalan keselamatan dan tauhid.
Tadabur Beberapa Ayat Juz-1
1 Ramadan 1442 H
Firman Allah:
Ø¥Ùيَّاكَ Ù†ÙŽØ¹Ù’Ø¨ÙØ¯Ù ÙˆÙŽØ¥Ùيَّاكَ نَسْتَعÙينÙ
Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.†[Q.S. Al-Fatihah, ayat 5]
Faedah
Ibnu Taimiyyah berkata, “Penyakit hati yang sering menghinggapi manusia adalah riya dan ujub. Riya merupakan bentuk mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Adapun ujub (bangga diri) menjadikan diri sendiri sebagai tandingan/sekutu bagi Allah.
Orang yang riya tidak mengamalkan firman Allah
Ø¥Ùيَّاكَ Ù†ÙŽØ¹Ù’Ø¨ÙØ¯
"Hanya kepada-Mu kami menyembahâ€.
Dan orang yang ujub tidaklah merealisasikan firman Allah
وإÙيَّاكَ نَسْتَعÙينÙ
“Hanya kepada-Mu kami meminta pertolonganâ€.
Setiap orang yang mampu mengamalkan firman Allah “إياك نعبد†akan terselamatkan dari penyakit riya. Dan setiap orang yang mampu mengamalkan firman Allah “وإياك نستعين†akan terbebas dari penyakit ujub. [Majmu’ al-Fatawa 10/277].
Firman Allah azza wajalla:
ٱهۡدÙنَا Ù±Ù„ØµÙ‘ÙØ±ÙŽÙ°Ø·ÙŽ Ù±Ù„Û¡Ù…ÙØ³Û¡ØªÙŽÙ‚Ùيمَ
Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.†[Q.S. Al-Fatihah, ayat 6]
Faedah : “Doa meminta hidayah adalah tujuan akhir dari surat al-Fatihah, jika saja ayat kelima adalah kesimpulan dan ruhnya, maka doa meminta hidayah adalah buah dari kesimpulan tersebut, dan sebagai kabar gembira yang akan turun kepada hamba, juga hadiah yang akan memenuhi hati hamba dengan keamanan dan keselamatan, dan dia adalah salam dari Allah as-salam, dan izin dari-Nya untuk memasuki jannah Al-Quran.†[Dr. Farid al-Anshari, Majlis Al-Quran hal. 145]
â–ªï¸ Firman Allah azza wajalla:
مَثَلÙÙ‡ÙÙ…Û¡ كَمَثَل٠ٱلَّذÙÙŠ ٱسۡتَوۡقَدَ نَارٗا Ùَلَمَّآ أَضَآءَتۡ مَا ØÙŽÙˆÛ¡Ù„ÙŽÙ‡ÙÛ¥ ذَهَبَ ٱللَّه٠بÙÙ†ÙورÙÙ‡ÙÙ…Û¡ وَتَرَكَهÙÙ…Û¡ ÙÙÙŠ ظÙÙ„Ùمَٰتٖ لَّا ÙŠÙØ¨Û¡ØµÙرÙونَ
Artinya: "Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat". (QS Al-Baqarah, ayat 17)
Faedah : Pada hakikatnya, hukuman yang terbesar dan terberat bagi orang munafik adalah terhalangnya mereka dari cahaya hidayah dan cahaya keimanan.
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°Û¡ قَالَ رَبّÙÙƒÙŽ Ù„ÙلۡمَلَٰٓئÙكَة٠إÙنّÙÙŠ جَاعÙÙ„Ùž ÙÙÙŠ ٱلۡأَرۡض٠خَلÙÙŠÙَةٗۖ قَالÙوٓاْ أَتَجۡعَل٠ÙÙيهَا Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙÙÛ¡Ø³ÙØ¯Ù ÙÙيهَا وَيَسۡÙÙك٠ٱلدّÙمَآءَ ÙˆÙŽÙ†ÙŽØÛ¡Ù†Ù Ù†ÙØ³ÙŽØ¨Ù‘ÙØÙ Ø¨ÙØÙŽÙ…Û¡Ø¯ÙÙƒÙŽ ÙˆÙŽÙ†ÙÙ‚ÙŽØ¯Ù‘ÙØ³Ù Ù„ÙŽÙƒÙŽÛ– قَالَ Ø¥ÙنّÙيٓ أَعۡلَم٠مَا لَا تَعۡلَمÙونَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalīfah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ( QS Al-Baqarah, Ayat 30)
Faedah :
1. Membangun dan memakmurkan bumi adalah tanggung jawab orang-orang yang taat kepada perintah Rabbnya, tanggung jawab setiap mukmin yang bertakwa dan suci. Maka, mari kita memakmurkannya dengan ketaatan dan kedekatan kepada Allah subhanahu wa taala
2. Para malaikat mengutuk perbuatan maksiat karena kesucian mereka, di dalamnya ada pesan tersirat untuk manusia bahwa semakin dia menjauh dari tempat-tempat yang rusak maka akan bertambah rasa sensitifnya terhadap maksiat karena hati yang suci akan selalu mencela perbuatan maksiat.
â–ªï¸Firman Allah azza wajalla:
ÙَأَزَلَّهÙمَا ٱلشَّيۡطَٰن٠عَنۡهَا ÙَأَخۡرَجَهÙمَا Ù…Ùمَّا كَانَا ÙÙيهÙÛ–...
Artinya: Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga)... (QS Al-Baqarah, Ayat 36)
Faedah : Bagaimanapun keadaan imanmu, selalulah berhati-hati dari godaan setan dan mintalah perlindungan darinya.
ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ‚ÙيمÙواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتÙواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعÙواْ مَعَ Ù±Ù„Ø±Ù‘ÙŽÙ°ÙƒÙØ¹Ùينَ
Artinya: Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
(QS Al-Baqarah, Ayat 43)
Faedah : Mari kita coba mengingat bagaimana tahun lalu kita salat di rumah-rumah kita pada bulan ramadan, dan pada tahun ini kita bisa kembali salat di rumah-rumah Allah. Maka, demi Allah ia adalah nikmat yang sangat besar.
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°Û¡ Ù‚ÙلۡتÙÙ…Û¡ يَٰمÙوسَىٰ Ù„ÙŽÙ† Ù†Ù‘ÙŽØµÛ¡Ø¨ÙØ±ÙŽ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰Ù° طَعَامٖ ÙˆÙŽÙ°ØÙدٖ...
Artinya: Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja,... (QS Al-Baqarah, Ayat 61)
Faedah : Salah satu perkara yang berbahaya adalah rasa bosan terhadap banyaknya nikmat yang ada, dan ini bentuk kurangnya rasa syukur kepada sang pemberi nikmat subhanahu wa taala
... ÙˆÙŽØ£ÙØ´Û¡Ø±ÙبÙواْ ÙÙÙŠ Ù‚ÙÙ„ÙوبÙÙ‡ÙÙ…Ù Ù±Ù„Û¡Ø¹ÙØ¬Û¡Ù„ÙŽ بÙÙƒÙÙۡرÙÙ‡ÙÙ…Û¡Ûš Ù‚ÙÙ„Û¡ Ø¨ÙØ¦Û¡Ø³ÙŽÙ…َا ÙŠÙŽØ£Û¡Ù…ÙØ±ÙÙƒÙÙ… بÙÙ‡ÙÛ¦Ù“ Ø¥ÙيمَٰنÙÙƒÙÙ…Û¡ Ø¥ÙÙ† ÙƒÙنتÙÙ… Ù…Ù‘ÙØ¤Û¡Ù…ÙÙ†Ùينَ
Artinya: Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, "Sangat buruk apa yang telah diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!†(QS Al-Baqarah, Ayat 93)
Faedah : Hati itu seperti spons yang menyerap dari tengahnya. Maka, lindungilah diri dan hatimu dari tempat-tempat yang diduga ada fitnah di dalamnya.
ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ† يَتَمَنَّوۡه٠أَبَدَۢا بÙمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدÙيهÙÙ…Û¡Ûš وَٱللَّه٠عَلÙيمÙÛ¢ بÙٱلظَّٰلÙÙ…Ùينَ
Artinya: “Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, karena dosa-dosa yang telah dilakukan dengan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.†(QS Al-Baqarah, ayat 95)
Faedah : Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik pernah bertanya kepada Abu Hazim Salamah bin Dinar, “Wahai Abu Hazim, mengapa kita membenci kematian?†tanya khalifah. “Karena kita telah merusak dan merobohkan akhirat dan membangun dunia. Sehingga kalian tidak mau berpindah dari sesuatu yang telah dibangun kepada sesuatu yang telah dirobohkan,†jawab Abu Hazim
Ù‚ÙÙ„Û¡ Ù…ÙŽÙ† كَانَ عَدÙوّٗا Ù„Ù‘ÙØ¬ÙبۡرÙيلَ ÙÙŽØ¥ÙنَّهÙÛ¥ نَزَّلَهÙÛ¥ عَلَىٰ قَلۡبÙÙƒÙŽ Ø¨ÙØ¥ÙØ°Û¡Ù†Ù Ù±Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙØµÙŽØ¯Ù‘Ùقٗا لّÙمَا بَيۡنَ ÙŠÙŽØ¯ÙŽÙŠÛ¡Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙØ¯Ù—Ù‰ ÙˆÙŽØ¨ÙØ´Û¡Ø±ÙŽÙ‰Ù° Ù„ÙÙ„Û¡Ù…ÙØ¤Û¡Ù…ÙÙ†Ùينَ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur`Än) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.†(QS Al-Baqarah, Ayat 97)
Faedah : Rasa sedih, urusan menjadi sempit dan kamu menginginkan sesuatu yang menghilangkan kesusahan mu dan memberi mu kabar gembira? Ambil mushaf mu dan bacalah dia.
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°Û¡ يَرۡÙÙŽØ¹Ù Ø¥ÙØ¨Û¡Ø±ÙŽÙ°Ù‡ÙÙŠÙ…Ù Ù±Ù„Û¡Ù‚ÙŽÙˆÙŽØ§Ø¹ÙØ¯ÙŽ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ù±Ù„Û¡Ø¨ÙŽÙŠÛ¡ØªÙ ÙˆÙŽØ¥ÙØ³Û¡Ù…َٰعÙيل٠رَبَّنَا تَقَبَّلۡ Ù…Ùنَّآۖ Ø¥Ùنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمÙيع٠ٱلۡعَلÙيمÙ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah, ayat 127)
Faedah : Wuhaib bin al-Ward ketika membaca ayat ini dia menangis dan mengatakan, "Wahai kekasih Ar-Rahman, engkau sedang meninggikan dasar-dasar Baiturrahman, tetapi engkau merasa takut bila amalanmu tidak diterima." (Lihat: Tafsir Ibn Katsir, 1/ 427). Maka apa yang akan kita katakan terhadap amalan kita?
وَوَصَّىٰ بÙهَآ Ø¥ÙØ¨Û¡Ø±ÙŽÙ°Ù‡Ùيم٠بَنÙيه٠وَيَعۡقÙوب٠يَٰبَنÙيَّ Ø¥Ùنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَÙَىٰ Ù„ÙŽÙƒÙم٠ٱلدّÙينَ Ùَلَا تَمÙوتÙنَّ Ø¥Ùلَّا وَأَنتÙÙ… Ù…Ù‘ÙØ³Û¡Ù„ÙÙ…Ùونَ
Artinya: Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. "Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.†(QS Al-Baqarah, ayat 132)
Faedah : Di antara perkara yang mesti selalu diusahakan oleh orang yang beriman adalah mewasiatkan anak keturunan mereka agar tetap berada di jalan keselamatan dan tauhid.