TPA Al-Manshuro Kemang Bogor Ruang Gratis untuk Anak Belajar Tahsin hingga Hafalan Al-Qur’an

TPA Al-Manshuro Kemang Bogor Ruang Gratis untuk Anak Belajar Tahsin hingga Hafalan Al-Qur’an

Ikhtiar Kecil Membimbing 50 Anak Dekat dengan Al-Qur’an oleh Yayasan Al-Manshuro Taman Hayasin, Jalan Limus Manggung, Desa Kemang, Bogor. 

BOGOR  UMMATTV.COM — Selepas pulang sekolah, sekitar 50 anak di Desa Kemang, Bogor, memiliki tempat untuk kembali belajar. Bukan sekadar mengisi waktu, mereka dibimbing mengenal Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, belajar tajwid hingga menghafal surat-surat Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut berlangsung di TPA yang berada di bawah Yayasan Al-Manshuro Taman Hayasin, Jalan Limus Manggung, Desa Kemang, Bogor. Lembaga pendidikan nonformal ini memberikan pembelajaran secara gratis bagi anak-anak, khususnya dari kalangan yatim, dhuafa, serta anak-anak usia TK dan SD.

Sisipkan gambar ...

Penanggung jawab TPA, Ibu Kli Kli, mengatakan kegiatan belajar telah berjalan sejak 2021. Setiap hari, anak-anak datang selepas pulang sekolah, mulai sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

“Yang penting anak-anak mau belajar. Generasi sekarang ini perlu dibimbing, terutama dalam pelajaran agama dan pembacaan Al-Qur’an,” ujar Ibu Kli Kli.saat ditemui sela pelaksanaan Maulid di kediamannya sekaligus tempat pengajian, Sabtu (26/9/2026).

Dalam pembelajaran sehari-hari, para santri mendapatkan materi Iqra, tahsin dan tajwid. Setelah kemampuan membaca mulai terbentuk, anak-anak diarahkan untuk menghafal Al-Qur’an secara bertahap, dimulai dari Juz 30.

“Untuk hafalannya dimulai dari Juz 30, bertahap. Mulai dari Surat An-Naba,” jelasnya.

Kegiatan pendidikan tersebut didukung lima tenaga pengajar, terdiri atas satu ustaz dan empat ustazah. Selain kegiatan belajar, para pengajar juga mendapatkan sedekah bulanan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan aktivitas TPA.

Sisipkan gambar ...

Maulid Nabi Jadi Ruang Kebersamaan

Kebersamaan anak-anak dan para orang tua juga terlihat dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di lingkungan Yayasan Al-Manshuro Taman Hayasin.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 anak bersama orang tua atau wali murid. Acara turut diisi tausiyah oleh Ustaz KH Lukman Effendi serta berbagai penampilan dan perlombaan yang melibatkan anak-anak.

Bagi pengelola TPA, kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah Shallallahubalaihi Wassallam, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara anak-anak, orang tua, pengajar dan masyarakat sekitar.

Di luar kegiatan pembelajaran, perhatian terhadap kebutuhan anak-anak juga terus diupayakan. Setiap Jumat, pengelola berusaha menghadirkan makanan bagi para santri melalui program Jumat Berkah, meski pemenuhannya masih mengandalkan dukungan dari para donatur dan masyarakat.

“Kami berbagi sedikit saja. Kalau setiap Jumat, kami berusaha memberikan makanan karena untuk makanan sehari-hari memang belum ada,” tuturnya.

Keberadaan TPA ini sekaligus menunjukkan bagaimana pendidikan keagamaan dapat tumbuh dari kepedulian masyarakat. Dengan fasilitas yang sederhana dan pembelajaran gratis, para pengelola berupaya menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengenal agama sekaligus membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Bagi Ibu Kli Kli, harapannya sederhana: semakin banyak anak yang mau belajar dan tumbuh dengan bekal agama yang kuat.

Sebab, dari ruang belajar yang sederhana di Kemang, ada ikhtiar untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya bagian dari kehidupan.

Sebelumnya :