UBN Siapkan Kurikulum Keluarga Qurani Selama Setahun, Dimulai dari Para Pemimpin Rumah Tangga

UBN Siapkan Kurikulum Keluarga Qurani Selama Setahun, Dimulai dari Para Pemimpin Rumah Tangga

Kalender tahunannya sudah saya buatkan. Jadi kehidupan selama satu tahun itu sudah ada kurikulumnya," ujar UBN.

JAKARTA UMMATTV.COM – Pendiri AQL Islamic Center,  atau UBN, mengungkapkan bahwa upaya menjadikan Al-Qur'an sebagai operating system keluarga tidak berhenti pada tataran konsep. Melalui berbagai program pembinaan keluarga, pihaknya tengah menyiapkan kurikulum keluarga Qurani yang dapat diterapkan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Hal itu disampaikan UBN saat diwawancarai awak media usai memberikan materi pembuka pada kegiatan World Quranic Civilization Forum 1448 H bertema “Hijrah Arah Keluarga Qurani” di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).

Menurut UBN, konsep pembinaan keluarga tersebut telah dirancang dalam bentuk aktivitas pekanan, program 30 harian, hingga kalender pembinaan tahunan. Dengan demikian, keluarga memiliki panduan yang jelas dalam menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalender tahunannya sudah saya buatkan. Jadi kehidupan selama satu tahun itu sudah ada kurikulumnya," ujar UBN.

Ia menjelaskan bahwa forum yang diselenggarakan saat ini masih merupakan tahap awal dari gerakan yang lebih besar untuk membangun keluarga Qurani. Meski demikian, sejumlah tanda positif mulai terlihat dari antusiasme peserta dan pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut.

UBN berharap gerakan ini dapat terus berkembang melalui pertemuan-pertemuan lanjutan yang melibatkan para pemimpin keluarga. Menurutnya, perubahan besar dalam masyarakat harus dimulai dari rumah tangga, terutama dari figur ayah dan ibu sebagai pemimpin keluarga.

"Memang mulai dari situ kita melihat pemimpin-pemimpin rumah tangga yang bisa memulai perubahan di keluarganya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, UBN juga menyinggung pentingnya menyikapi berbagai persoalan sosial dengan pendekatan yang adil dan bijaksana. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru memberikan stigma atau menggeneralisasi suatu kelompok dalam menangani sebuah persoalan.

Menurutnya, setiap kebijakan dan langkah penanganan harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana tercantum dalam dasar negara, sekaligus tidak mengabaikan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai fondasi moral bangsa.

"Jangan dipukul rata, karena di antara mereka ada orang-orang yang sesungguhnya membutuhkan bantuan dan pembinaan. Jangan sampai salah menangani," ujarnya.

UBN menegaskan bahwa prinsip Islam dalam menghadapi berbagai penyimpangan sosial adalah amar ma'ruf nahi mungkar yang dilakukan dengan cara-cara yang baik dan bijaksana. Karena itu, upaya mencegah kemungkaran tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru menimbulkan kemungkaran baru. "Kita punya prinsip amar ma'ruf nahi mungkar. Amar ma'ruf dengan cara yang ma'ruf, nahi mungkar jangan sampai menimbulkan kemungkaran yang lain," Ujar Ketua Umum JATTI ini..

Melalui forum ini, UBN berharap lahir gerakan keluarga Qurani yang tidak hanya menjadi wacana, tetapi mampu diwujudkan dalam program pembinaan yang terukur dan berkesinambungan, sehingga keluarga Indonesia semakin kuat menghadapi tantangan zaman.

Sebelumnya :